Ketika saya kuliah dulu pernah mengikuti daruah (pelatihan) dakwah kampus di Pesantren Persis Bangil-Jatim
Salah satu nasihat yang saya ingat sampai sekarang adalah yang disampaikan oleh Almarhum Ustadz Hud Abdullah – semoga Allah mengampuni kekhilafan beliau dan memberikan tempat yang indah di sisi-NYA , Pimpinan Persis Bangil. Terkait dengan kebiasaan kita sebagai pemateri dalam sebuah training/kajian yang dilakukan di kampus.
“Kita ini khan seringnya seperti Ustadz Gentong…” begitu kira-kira nasihat beliau.
“Baru mau belajar kalau mau mengisi kajian atau ada pelatihan, jadi kalau habis mengisi pelatihan atau kajian ilmunya habis. Persis gentong kalau airnya habis, ya sudah nggak bisa dimanfaatkan lagi…”
Aha.. saya baru memahami nasihat almarhum ketika mengalami saat-saat seperti ini. Sekedar tahu saja, beberapa hari ini sepertinya saya bener-bener kering dan kehabisan ide, walau untuk sekedar menulis diblog.
Filosofi gentong air ini saya kira pas dalam kontek kampanye yang sedang saya lakukan bersama beberapa teman di blog. Kampanye untuk berbagi.
Ada sebuah pepatah yang perlu jadi renungan kita bersama:
”Orang yang tidak punya tidak bisa memberi”
anda mungkin berkata iyalah, wong gitu aja kok jadi kata-kata mutiara.
Ehm anda memang benar berkata seperti itu. Tetapi dibalik kata-kata itu ada sebuah anjuran bagi kita untuk tidak saja anjuran memberi tetapi anjuran untuk menerima.
Apa artinya?
Kita sering melupakan diri kita sendiri untuk berusaha memberikan sesuatu kepada orang lain tetapi tidak berusaha untuk menerima.
Menerima disini bukan berarti meminta-minta dalam arti negatif tetapi dalam arti yang positif.
Dalam konteks nasihat ustadz Hud di atas, itu tuntutan kita untuk senantia belajar dan belajar. Dan belajar membutuhkan orang lain. Bahkan yang dikatakan belajar mandiripun – dengan buku-buku, pada hakikatnya kita masih tergantung pemeberian orang lain, yakni penulis buku yang kita pelajari.
Nah, kawan, mari kita senantiasa berbagi
Berbagi dalam artian kita memberikan sesuatu kepada orang lain, tetapi kita juga tidak segan-segan menerima – walaupun sedikit ilmu – dari orang lain pula.
Itu karenanya saya lebih suka memakai kata Network – jejaring dalam kampanye kita. Karena jejaring adalah kita saling terikat dengan yang lain. Kita memberi dan kita menerima. Anda yang berkutat di bidang komputer akan lebih paham hal ini.
Belajar dan mengajarkan yang kita punya.
Karena sesungguhnya adalah kesombongan dan keegoisan semata yang menghalangi kita untuk belajar dari orang lain, walaupun sederhana dan sepele.
Mari kita belajar berbagi.
Menerima dan memberi!
Bagaimana menurut anda?
*Gentong = Periuk untuk menampng air terbuat dari tanah.
Tidak ada komentar: