Article

Gak Kuliah Gak Kiamat # 25 : Indentifikasi Diri # 2




Pada potingan terdahulu kalian sudah mengetahui beberapa jenis wirausaha yang bisa kalian lakukan. Nah selanjutnya kalian bisa mengidentifikasi diri, termasuk yang mana kira-kira kalian?

Untuk itu sekali lagi kalian perlu mengadakan analisa tentang kelebihan dan kelemahan kalian? Dari hasil analisa kalian tadi akan terlihat mana yang paling mungkin bagi kalian?

Secara sederhana analisa diri itu bisa dilakukan dengan memakai tes-tes ringan – kalau kalian ada akses internet coba tes personality info atau multiple inteligence test yang banyak bertebaran di internet. [mudah-mudahan di lain waktu bisa saya posting contoh test semacam ini yang sudah saya terjemahkan dan ada penjelasannya – masih saya bongkar-bongkar file di kompi saya :D - insyaAllah ]

Selain analisa tentang sifat dan kecenderungan kalian, hal yang lain yang juga dibutuhkan adalah analisa kemampuan finansial. Memang masalah finansial bukan yang utama, karena kalaupun kalian tidak memilikinya kalian bisa mengusahakan dengan beragam cara yang halal, pinjam, patungan modal dan seterusnya. Semua itu saya masukkan faktor internal.

Setelah faktor internal yang juga kalian pertimbangkan adalah faktor eksternal, misalnya dukungan keluarga lingkungan dan sebagainya.

Dan salah satu saran dari salah seorang teman yang jadi penguasaha adalah dalam melakukan semuanya itu HARUS TERTULIS !

Itu penting, karena kita ini suka lupa dan gampang lupa. Selain itu dengan tertulis akan memudahkan kita melakukan inventarisasi kebutuhan dan tindakan atau langkah-langkah yang harus kita ambil.

Oke, kalian sudah melakukan analisa potensi diri – baik internal maupun eksternal - dari situ nanti akan nampak kecenderungan kalian kepada jenis wirausaha yang mana yang akan kalian ambil dalam waktu dekat.

Bagaimana?

Masih gamang?

Iya memang demikian!

Bukan hanya dalam berwirausaha – dalam hal apapun yang itu baru bagi kita kebanyakan dari kita akan merasakan seperti itu.

Bagiamana caranya menghilangkan kegamangan itu?

Bagi saya caranya adalah dengan pengalaman?

Ya, pengalaman akan membantu kita dalam mengatasi keraguan kita!

Permasalahannya adalah kalian tidak punya pengalaman?

Baiklah tidak masalah memang itu yang ingin saya sampaikan.

Menurut saya, sebelum kalian terjun secara mandiri dalam bisnis – meskipun kecil – saya selalu menyarankan bahwa kalian perlu “magang”.

Ya magang persis seperti seorang karyawan di sebuah perusahaan yang harus magang dulu.

Dari beberapa pengalaman para pewira usaha muda yang saya temui dan pengalaman teman saya yang saya sebutkan dimuka, ternyata mereka memulainya adalah dari magang – ikut orang lain yang sudah menjalankan bisnis.

Bidang usahanyapun bisa bervariasi – bisa bidang yang ingin kalian geluti atau bahkan jauh dari itu. Kerena secara prinsip berwirausaha itu – apapun jenisnya – adalah sama.

Sebagai contoh, temen saya yang ketua JPMI Malang – mempunyai seorang binanaan yang cukup berhasil. Dan yang luar biasa jenis usaha binaannya ini jauh berbeda dengan bisnis teman saya. Temen saya bergerak di bidang garmen tepatnya busana muslim, sedangkan sang binaan tadi sekarang sukses menjadi pengusaha pentol bakso! Ya pentol bakso dengan berbagai macam rasa, dari yang daging sapi, ikan dan kelinci! Dan menjadi pemasok tetap beberapa depot di Malang.

Bagimana bisa? Wong sehari-hari dia berkutat dengan busana muslim? Ya karena sesungguhnya dia tidak sekedar menjadi tukang kirim pesanan busana muslim, tetapi dia juga belajar melayani penjual, berhubungan dengan pemasok barang, mengetahui proses produksi, jalur distribusi dan seterusnya – dan yang terlebih penting lagi dia juga sering bertanya dan diskusi dengan teman saya tadi..

Ada lagi yang lebih sederhana!

Masih ingat teman saya yang jualan bumbu dapur yang dikemasi?

Mulanya dia hanya menjualkan kemasan bumbu dapur dari salah seorang yang dia kenal dan menjualnya di pasar Lawang. Lambat laun dia mulia membungkus sendiri bumbu-bumbu dapur yang dia beli… setelah sekian lama menggeluti dan berjualan di pasar Lawang pada saat para pedagang kecil kulakan, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan terobosan dengan berkeliling kampung-kampung! Dan hasilnya lumayan… beberapa saat yang lalu dia sudah bisa beli motor untuk memperlancar usahanya!

Nah sekarang tunggu apalagi?

Segera cari “tempat magang” sebelum kalian benar-benar berani mandiri untuk berwirausaha!

Selamat deh!

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah membaca tulisan "Gak Kuliah Gak Kiamat # 25 : Indentifikasi Diri # 2"!
Jika Anda punya kritik, saran, masukan atau pertanyaan silahkan tinggalkan pesan Anda melalui kolom komentar di bawah ini.